Category Archives: Uncategorized

Fakta Penting Seputar Mitos Gula

Gula memang sering disebut sebagai salah satu penyebab utama obesitas. Namun, faktanya kita bisa juga karena anggapan keliru soal mengenai konsumsi gula.

Ketakutan akan kenaikan kadar gula darah dalam tubuh membuat orang beralih ke pemanis alami. Tetapi pemanis alami inipun belum tentulah menyehatkan.

Adalah situs delish.com pada (16/9/16), menyebutkan bahwa beberapa anggapan populer mengenai gula yang masih dipercaya oleh masyarakat hingga kini.

Gula Merupakan Racun

Menurut seorang profesor nutrisi dari New York University, yaitu Marion Nestle, PhD, dalam editorial di jurnal medis JAMA Medicinenya, banyak sekali perusahaan makanan yang memang sengaja memanipulasi penelitian guna untuk menguntungkan perusahaan. Ia juga mengatakan bahwa gula bukanlah satu hal yang memang harus ditakuti. “Saya suka dengan gula dan jangan khawatir selama masih dapat dikonsumsi dalam batas yang wajar saja,” ujarnya. Sesuai himbauan dari FDA memang sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 50 gram gula atau setara 12,5 sendok teh gula per harinya, atau setara dengan satu botol soda ukuran 500 ml.

Gula Menyebabkan Penyakit Dan Membuat Gemuk

Bukan gulalah yang jadi masalah saat mengonsumsi makanan manis ini. Namun banyaknya kalori yang turut ditambahkan pada produk oleh kebanyakan industri makanan siap saji.

Secara alami, orang-orang memang menyukai makanan tinggi kalori dan berasa manis. Celakanya, kalori yang diasup dari makanan manis tersebut tidak akan membuat kenyang sehingga tetap membuat Anda mengonsumsinya dengan jumlah yang berlebihan. Hal inilah yang menjadi penyebab kesulitan untuk menjaga berat badan kita.

Pemanis Alami Lebih Baik dari Gula Buatan

Menurut Marion Nestle juga, semua gula termasuklah gula alami seperti agave, madu atau honey, dan sirup maple tetap berefek sama pada tubuh seperti gula putih ataupun sirup jagung tinggi fruktosa.

Penelitian terbaru juga mengaitkan bahwa fruktosa (gula buah) dengan perubahan hormon yang dapat menyebabkan orang makan secara berlebihan juga, sehingga sulit bagi kita untuk mengontrol berat badan. Akibatnya timbul masalah kesehatan dan obesitas.

Gula Berbahaya Buat Para Peminum Soda

Selama masih dikonsumsi dalam batas wajar, soda tak perlu terlalu dihindari. Minuman soda memang salah satu sumber utama gula dalam pola makan masyarakat di Amerika Serikat. Minum satu botol soda (setara 500 ml) cukup untuk memenuhi kebutuhan gula harian kita. Tetapi dibalik itu, soda bukanlah satu-satunya minuman yang memiliki kandungan tinggi gula. Masih ada juga cocktail, granola, dan yogurt, atau kue lainnya juga mengandung gula lebih banyak dibandingkan permen yang Anda konsumsi.

Minuman Bebas Gula Memang Lebih Sehat

Minuman bebas gula memang menggunakan pemanis buatan bebas kalorinya untuk mengurangi jumlah kalori pada produknya. Meskipun orang yang dalam program penurunan berat badannya cenderung lebih memilih minuman bebas gula, dan pada nyatanya menurut label tersebut tidak akan memberikan dampak apapun pada penurunan berat badan kita.

Selain itu juga, gula juga memang lebih aman dikonsumsi. ‘Saya juga lebih suka gula dibanding dengan pemanis buatan karena kita tahu apa yang akan terjadi pada gula di dalam tubuh kita, dan apa yang terjadi dengan hasil pemanis buatan itu kurang jelas,” tuturnya.

Jus Buah Tidak Termasuk Minuman Manis

Jus buah memanglah sehat, membuat kenyang, segar dan nikmat. Tetapi glukosa maupun fruktosa yang mengalami proses metabolis yang sama, tidak peduli darimana itu berasal.

Jus buah juga mengandung banyak gula, yang hanya boleh dikonsumsi dengan jumlah yang kecil. Sekalipun gula pada jus-jus buah telah diimbangi dengan kandungan vitamin, dan mineral serta serat.

Perancis Membuat Peraturan Penggunaan Alat Makan Plastik pada Tahun 2020

Setelah memberlakukan pajak makanan cepat saji sebelumnya, Perancis akhirnya kini segera melarang menggunakan alat makan yang terbuat dari plastik. Ini dilakukan memang untuk melindungi lingkungan hidup.

Adalah The Local pada (13/9) mengabarkan aturan larangan plastik di Perancis yang ‘tersembunyi’ dalam Rancangan Undang-undang (RUU) yang telah diloloskan pada musim panas 2015. RUU ini juga membahas soal peralihan menuju energi hijau.

Kabarnya juga pada tahun 2020 Perancis akan menerapkan larangan penggunaan alat makan yang terbuat dari plastik seperti piring, gelas, sendok, garpu, dan juga pisau. Di tahun tersebut ini pula para produsen plastik agaknya harus memastikan produknya bersumber dari bahan-bahan biologis dan dapat didaur ulang.

Seperti kita diketahui, Perancis memang telah fokus ‘memerangi’ plastik. Bulan Juli tahun ini saja pemerintah telah menerapkan kebijakan bebas kantung plastik di seluruh toko dan supermarket di negara itu.

Setiap tahun sebanyak 4.73 miliar lebih gelas plastik dibuang di Perancis. Dan hanya kurang dari 1%-nya yang didaur ulang.

Selain ikut menyelamatkan lingkungan, larangan penggunaan gelas plastik rupanya juga bertujuan untuk menyelamatkan kesehatan. Banyak pihak masih mempertanyakan apakah minuman panas dapat juga melepaskan racun yang ada di dalam gelas plastik. Racun ini dikabarkan dapat juga mengganggu kerja endokrin yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan manusia.

Sementara itu juga, Pack2Go Europe yang selaku organisasi yang mewakili manufaktur kemasan Eropa juga khawatir larangan ini akan diikuti negara Eropa lain juga.

“Kami telah mendesak Komisi Eropa untuk segera melakukan hal yang benar dan mengambil tindakan hukum terhadap Perancis karena telah melanggar hukum Eropa,” tutur Eamoon Bates dari Pack2Go Europe. “Jika mereka (Komisi Eropa) tidak segera melakukannya, kami yang akan melakukannya,” tutur Bates.

Menurutnya juga larangan penggunaan alat makan dari plastik sebenarnya bisa berakibat lebih buruk lagi. Seolah-olah meninggalkan pesan tak masalah meninggalkan bekas sampah plastik dimanapun karena plastik memang dibuat dari bahan-bahan dengan kandungan biologis (bio-sourced).

Klarifikasi Marugame Udon Atas Isu Pemakaian Bahan Kadaluwarsa


Saat ini sedang beredar informasi terkait penggunaan bahan baku yang sudah kadaluwarsa di jaringan restoran Marugame. Hal ini pun kemudian diklarifikasi oleh pihak perusahaan.

Saat ini muncul isu yang berkembang terkait pemakaian bahan baku kadaluwarsa oleh PT. Sriboga Marugame Indonesia yang merupakan perusahaan yang mengelola merek Marugame Udon di Indonesia. Kabarnya sebuah media telah melakukan investigasi atas anak perusahaan dari PT. Sriboga Raturaya. Kemudian ditemukan adanya pemakaian bahan yang telah kadaluwarsa di Marugame Udon yang masih satu perusahaan dengan perusahaan Pizza Hut dan PHD.

Terkait mengenai isu itu, PT. Sriboga Marugame Indonesia juga telah memberikan klarifikasi mengenai kabar dan berita di media massa maupun percakapan di lini media sosial. Pada konferensi pers yang akan berlangsung di The Sultan Hotel Jakarta pada hari (04/09) turut juga hadir Hajime Kondoh, General Manager dari PT Sriboga Marugame Indonesia dan juga Ike Wahyu Andayani, yang menjabat sebagai Head of Quality Assurance PT. Sriboga Marugame Indonesia.

Ike Wahyu Andayani yang mewakili Marugame Udon menyampaikan beberapa pernyataan sikap dalam konferensi pers. Berikut ini klarifikasi dari PT. Sriboga Marugame Indonesia terkait dengan isu tersebut:
1. Bertepatan dengan perayaan Hari Pelanggan Nasional kami juga menyampaikan rasa tanggung jawab dan komitmen kepada konsumen serta ke seluruh karyawan perusahaan. Berdasarkan hal ini kami memastikan dan menjamin seluruh makanan yang kami suguhkan telah melalui prosedur dan proses selektif pengadaan bahan baku yang sangat ketat dan sejalan dengan tata laksana penanganan standar keamanan makanan yang ditetapkan oleh prinsipal internasional dari kami, yaitu Toridoll Japan.

2. Kami menyatakan bahwa adanya pemberitaan hanya berdasarkan dugaan saja, khususnya pada sumber pemberitaan yang menyebutkan berasal dari mantan karyawan atau karyawan yang memberikan informasi tentunya tidak akurat. Kami mempertanyakan siapakah mantan karyawan kami tersebut atau karyawan yang dimaksud itu. Apa motivasinya melakuan hal ini, apakah mungkin kecewa atau sakit hati dengan perusahaan yang kemudian akhirnya memperbesar kemungkinan informasi-informasi yang disampaikan itu berat sebelah dan juga tidak akurat.

3. Untuk memperjelas situasi terkini dan mencegah informasi yang tidak akurat yang telah berkembang luas, kami juga ingin menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebutkan bahwa PT. Sriboga Marugame Indonesia selaku pengelola merek Marugame di Indonesia telah menggunakan produk kadaluwarsa adalah tidaklah akurat.

4. Kami juga menegaskan bahwa standard keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan dari pelanggan setia Marugame Udon adalah prioritas utama dari kami. Seluruh restoran kami hanya akan menggunakan bahan makanan yang berkualitas tinggi dan serta layak untuk dikonsumsi. Dapat dipastikan bahwa semua produk kami aman, halal serta higienis. Dengan ini kami berharap agar klarifikasi ini dapat memberi kejelasan persoalan serta mencegah kesimpangsiuran informasi yang berkembang di masyarakat.

Ini Makanan Pantangan Bagi Penderita Diabetes Melitus

 

Pasien yang mengalami diabetes melitus memang perlu menjaga pola makannya. Ada beberapa jenis makanan harus dipantang dan dikonsumsi untuk menunjang proses penyembuhannya.

Kepada detikFood (1/9), seorang Ahli Gizi Jansen Ongko, MSc, RD menjelaskan bahwa penderita diabetes melitus memang diwajibkan memperhatikan asupan makanan dan gizinya. Hal ini karena makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi tingkat gula darah terutama asupan yang berupa karbohidrat.

“Penderita diabetes memang harus menjalani diet khusus bagi penderita diabetes. Selain juga memperhatikan makanan yang dikonsumsi, juga harus memperhatikan jumlah dan waktu yang tepat saat mengonsumsi makanan tersebut,” tutur Jansen.

Makanan yang sebaiknya dikonsumsi merupakan yang terbuat dari biji-bijian utuh atau karbohidrat kompleks seperti contohnya nasi merah, dan oatmeal, serta sereal dari biji-bijian.

Daging rendah lemak juga disarnakan dan bisa dikonsumsi. Tetapi sebaiknya yang diolah dengan cara dikukus, direbus, ataupun dipanggang.

Pasien yang mengalami diabetes melitus memang perlu menjaga pola makannya. Ada beberapa jenis makanan harus dipantang dan dikonsumsi untuk menunjang proses penyembuhannya.

Kepada detikFood (1/9), seorang Ahli Gizi Jansen Ongko, MSc, RD menjelaskan bahwa penderita diabetes melitus memang diwajibkan memperhatikan asupan makanan dan gizinya. Hal ini karena makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi tingkat gula darah terutama asupan yang berupa karbohidrat.

“Penderita diabetes memang harus menjalani diet khusus bagi penderita diabetes. Selain juga memperhatikan makanan yang dikonsumsi, juga harus memperhatikan jumlah dan waktu yang tepat saat mengonsumsi makanan tersebut,” tutur Jansen.

Makanan yang sebaiknya dikonsumsi merupakan yang terbuat dari biji-bijian utuh atau karbohidrat kompleks seperti contohnya nasi merah, dan oatmeal, serta sereal dari biji-bijian.

Daging rendah lemak juga disarnakan dan bisa dikonsumsi. Tetapi sebaiknya yang diolah dengan cara dikukus, direbus, ataupun dipanggang.

Pengelola laman gaya hidup sehat yaitu www.ask-jansen.com ini juga mengatakan bahwa penderita diabetes sebisa mungkin menghindari makanan yang dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darahnya atau yang memiliki indeks glikemik tinggi.

“Contohnya saja makanan dengan karbohidrat sederhana seperti saja permen, kue, dan roti manis. Nasi putih sebenarnya boleh dikonsumsi, namun harus memperhatikan jumlah yang dikonsumsi dan jika bisa dicampur dengan sayuran,” ujar Jansen.

Ia juga menginformasikan perlu hindari juga konsumsi gula tambahan seperti saja yang berbentuk atau terdapat pada gula pasir, gula Jawa, dan sirup, serta kue manis.

 

5 Mitos Makanan Italia yang Orang Percaya

Kepopuleran dari pizza dan pasta Italia di dunia tidak juga mengikis anggapan keliru mengenai makanan Italia. Baru-baru ini seorang chef mengungkapkannya.

Meskipun makanan Italia sangat populer, tetapi banyak anggapan mengenai makanan Italia yang masih keliru. Seperti 5 mitos ini yang diungkap oleh seorang chef Marou dari restoran Italia Alto Vino yang berasal dari Hotel Bengaluru Mariott, seperti dilansir dan dikutip dari food.ndtv.com pada (24/8/16).

Makanan Italia Terasa Hambar

Jika dibandingkan dengan bumbu untuk masakan India, dapat dibandingkan bumbu Italia tentunya terasa hambar. Meskipun begitu, masakan Italia sejatinya mengeluarkan rasa asli dari bahan-bahan segar yang mereka digunakan. Contohnya adalah, jika menggunakan tomat saat memasak, maka hal yang penting mempertahankan rasa tomat dalam hidangan tersebut. Oleh karena itu, saat orang memakan hidangan Italia, hanya berdasarkan bahan-bahan pembuatnya dapat diketahui dengan jelas rasa aslinya masakan tersebut.

Makanan Italia hanya Pasta dan Pizza Saja

Pizza dan pasta memang makanan dan ciri khas Italia dan membuat makanan Italia populer, tetapi masih terdapat banyak makanan lain dari Italia. Seperti saja brasato, gnocchi, Fritti dan Risotto. Jenis pasta lainnya, pizza dan risottos pun bervariasi dari satu daerah ke daerah seperti halnya dengan biryani di India. Selain itu juga untuk menikmati kelezatannya, Anda juga perlu mengetahui akar dan budaya hidangan tersebut.

Hidangan Italia selalu Memakai Krim

Setiap chef yang membuat masakan Italia akan selalu menyatakan krim tersebut merupakan bahan yang mereka gunakan untuk menyembunyikan kesalahan saat memasak. Aslinya, cream adalah bahan langka yang hampir tidak mereka gunakan dalam membuat masakan Italia. Saus putih tersebut ternyata terbuat dari keju dan susu saja dan tidak terlalu sering dimakan oleh orang Italia. Ini juga mematahkan fakta dan informasi yang menganggap masakan Italia asli sama sekali tidak sehat bagi tubuh.

Pasta Kurang Matang

Ini merupakan keluhan paling umum oleh orang yang tidak akrab dengan al dente dan mereka menyebut pasta disajikan tidak matang. Kenyataannya adalah, al dente dibuat dari pasta kenyal dengan sedikit tekstur yang renyah membuatnya jadi hidangan istimewa dan mudah dicerna sehingga pilihan yang sehat.

Mencuci Pasta dengan Benar

Memang ada suatu kebiasaan seperti di Indonesia, mencuci buah-buahan, sayur mayur dan biji-bijian sebelum dimasak. Tetapi masakan Italia berbeda sekali. Pasta tidak perlu dicuci karena bila dicuci semua bahan pati dan nutrisi yang terkandung dan sehatnya akan hilang. Oleh karena itu, adalah sangat penting untuk memilih merek pasta yang baik yang tidak perlu dibilas pada saat akan diolah.

Next Page »